Perjalanan Ini

Perjalanan Ini

Koleksi

Tuesday, September 30, 2008

Salam Aidilfitri!


Bismillahirrahmanirrahim...

Di sini, diri ini ingin mengucapkan selamat menyambut hari raya aidilifti kepada semua muslimin dan muslimat seluruh dunia...

Maaf zahir dan batin atas segala kesalahan yang lampau...
Dan, minta halalkan segala makan, minum, apa-apa yang dipinjam, dan segalanyalah! (senang cerita)

~Salam lebaran~

Disebut dalam sebuah riwayat :

قال واثلة لقيت رسول الله يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك قال نعم تقبل الله منا ومنك

Ertinya : Berkata Wathilah, Aku bertemu Rasulullah s.a.w pada hari raya dan aku katakan pada baginda "taqabballahu minna wa minka", baginda menjawab : Ya, taqabballahu minna wa minka" ( Al-Baihaqi, rujuk perbincangan di Fath Al-Bari, 2/446 )


*Ya taqabballahu minna wa minka = Semoga Allah menerima amalan (amalan dan ibadah di Ramadhan) kami dan kamu

Saturday, September 27, 2008

Ideology of Fear

Bismillahirrahmanirrahim...

Alright, now, I feel like writing in English. Why? Well, keeping my English too long in the coffin might spoil it. Thus, I feel that I should, from now on, write more English. =)

Have you ever heard about the "Ideology of Fear"? Well, it is basically an ideology in which fear conquers all. From East to West, from politics to economical issues, from major powers to tiny states, this ideology has been spreading along very rapidly in the world today.


It is having an unmistakable impact on the way human beings perceive the world, as fear is omnipresent and deeply ingrained. In this ideology, fear conquers all.

Fear will cause emotions to overcome rational analysis. Because of the fear that the particular person has, he or she will definitely make decisions using only his or her feelings at the time, without even considering the empirical methods that can be used.

For instance, take the current political situations around the world today. When any administration is being threatened by any factors whatsoever, thus fear will emerge in their minds. Thus, the administration might go on and USE this fear, and choose to eliminate those threatening factors using any possible methods that they could think off, including the meanest of ways, without even thinking of other more diplomatic alternatives. This is how fear can overcome rational analysis.

Ahah, another example is the fear to spread out the truth to other people, as one might feel threatened just to speak out the truth. Imagine, when revealing the truth in public, one might be getting threats by other people who want to kill him or her, just because he or she is telling the truth. Or, when revealing the truth in public, one might get jailed unnecessarily and without trial. Fear will definitely be engraved in anybody's heart if he or she knows what risks that might be faced if he or she speaks out the truth. Thus, that person will hide the truth, and will just pretend to accept whatever information that is accepted by the general public, even though he or she actually knows what the other, let's say, 1 million people, do not know.

There are other explanations regarding this ideology, but I choose to stop here. I guess you have got the picture.

To me, this ideology has to be eliminated from each and every one of us. Why? Because fear might cause us to not think properly. Imagine, when fear arises, our way of thinking would surely be affected. Consequently, our decisions will also be affected.

Regarding our beloved religion, Islam, well, the ideology of fear also has a major impact. For instance, fear might cause a da'ie to stop spreading the truth to others, as he or she might be afraid to face the terrible reactions of the people they preach to, or that he or she is afraid that the objective to tell the truth to the targeted people fails. However, in the Qur'an, there is a verse in Surah Al-Baqarah which says that truth HAS to be spread.

"Verily, those who hide whatever that We brought down to them in the form of explanations and enlightenment, after We have explained to humans in the Book (The Qur'an), they are the ones who are hated by Allah and also hated by people who hate them..."
[Al-Baqarah, 2 : 159]

Thus, let us all conquer our fears!

*Note, the verse is directly translated from the Malay version, so it might sound a bit, urm, bad...

Friday, September 26, 2008

Bertawakallah Kamu....

Bismillahirrahmanirrahim....

Selama melalui bahtera kehidupan ini, sudah pastilah kita semua pernah mengenali suatu perkataan ini - USAHA. Dalam menjalani kehidupan yang penuh onak dan duri, penuh rintangan dan cabaran, penuh mehnah dan tribulasi, sudah pasti kita pernah berUSAHA dalam menghadapi perkara-perkara sedemikian.

Kadang kala kita berusaha separuh mati dan sepenuh hati untuk menggapai sesuatu yang dihajati, atau untuk mengatasi halangan yang mendatang. Segala tumpuan dan konsentrasi diri ditumpukan bagi memastikan usaha kita berjaya.

Tatkala kita berjaya, kita sudah pasti bergembira, dan berasa lega. Dan, kita merasakan bahawa berbaloilah usaha kita selama ini. Mulalah berterima kasih sana sini, dan bersyukur.

Tatkala kita kecundang, kita sudah pasti berasa kecewa, dan merasakan bahawa tiada erti lagi dalam menyusuri perjalanan kehidupan. Mulalah hendak menyalahkan situasi semasa, manusia di sekeliling, mahupun usaha yang dianggap masih tidak mencukupi.

Hakikatnya, walau sekuat dan sehebat mana pun usaha seseorang itu dalam melaksanakan sesuatu perkara itu, akhirnya Allah jualah yang menjadi penentu kejayaan atau kegagalan misi tersebut.


"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar..."
[Al-Anfal, 8 : 17]


F
irman Allah ini sudah cukup untuk membuktikan pernyataan di atas. Sesungguhnya, kita merancang, tetapi Allah jualah yang mempunyai perancangan yang terbaik bagi kita. Tidak kisahlah sama ada kita berusaha sekuat mana pun, namun, jika Allah hendak meng'iya'kannya, maka jadilah. Kun fayakun...!

Kalau kita dah berjaya tu, maka, bukan sebab usaha, tetapi atas keizinan Allah. Sudah pasti ada sebab kita berjaya. Mungkin kejayaan itu adalah suatu amanah dan tanggungjawab yang diberikan-Nya kepada kita...kita tidak tahu..!

Kalau kita dah kecundang tu, maka, juga bukan sebab usaha, tetapi juga atas keizinan Allah. Mungkin sekiranya katakanlah kita berjaya dalam misi kita itu, mungkin kejayaan kita itu mungkin akan membebankan kita pada masa yang terdekat, ataupun kejayaan kita itu mungkin akan memburukkan diri kita...kita tidak tahu...!

"...Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..."
[Al-Baqarah, 2 : 216]


"Katakanlah (Muhammad), 'Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal yang sihat, agar kamu beruntung'..."
[Al-Maidah, 5 : 100]


Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik perancang.... Justeru, kita, selaku manusia, hendaklah berusaha dalam melaksanakan misi hidup, tetapi tidak bolehlah dijadikan usaha itu sebagai sesuatu yang menentukan kejayaan atau kegagalan...

Sebaliknya, hendaklah kita berserah dan bertawakal kepada-Nya setelah kita berusaha (bukan tak berusaha langsung tapi terus bertawakal...itu tak betul!), kerana Dialah penentu segala-galanya. Wallahualam.

"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat..."
[Al-Baqarah, 2 : 45]

Thursday, September 25, 2008

Refleksi Diri dan Ramadhan di KMB

Bismillahirrahminirrahim...

Ya, Ramadhan masih belum terakhir, dan perjuangan masih belum tamat...

Namun, kini diri ini meneruskan perjuangan di rumah, dan tidak lagi akan dapat meneruskan perjuangan Ramadhan di KMB...inilah tahun terakhir diri ini di KMB, suatu arena perjuangan yang telah memberikan banyak kemenangan, serta tidak juga melupakan kekalahan-kekalahan yang dialami...

Sesungguhnya, diri ini bersyukur kerana telah diberikan peluang oleh Allah SWT untuk bersama-sama menaiki bahtera KMB, dan dapat MULA mengenal erti muhasabah diri, tarbiyyah, usrah, dan ukhuwwah..di samping dapat belajar erti berjuang bersama-sama ramai syabab dan fatayat - suatu pengalaman yang sudah pastinya agak sukar untuk diperoleh di tempat lain.

Diri ini masih belajar, dan masih terlalu banyak kelemahan yang sepatutnya sudah mampu diatasi, jika faktor aktifnya diri ini dalam usrah dijadikan kayu ukur. Ya, diri ini boleh dikatakan aktif dalam berusrah. Namun, diri ini terlalu lemah, dan selalu leka. Justeru, kelemahan sering kali dapat mengatasi diri ini. Tetapi, akan diri ini berusaha untuk mebaiki diri!

"...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..." [Ar-Ra'd, 13 : 11]

Ramadhan di KMB memberikan seribu erti. Tidak dinafikan, bahawa madrasah Ramadhan, yang telah luas dibuka pintunya, memberikan banyak peluang. Dan, diri ini mencuba untuk menggarap sebanyak mana yang mungkin, namun jika dihitung kembali, Ramadhan kali ini agak rugi bagi diri ini. Tazkirah dihadiri sana-sini - apakah kesannya? Tilawah cuba digiatkan - adakah sempat untuk mengkhatamkan Al-Quran? Komitmen usrah diteruskan - apakah kesannya terhadap pembinaan diri?

Dan, diri ini tidak lagi akan dapat melalui Ramadhan selaku seorang pelajar di sana, kerana tempoh diri ini sebagai pelajar sudah hampir tamat - tinggal 8 bulan lagi!

Namun diri ini bersyukur kerana ada para sahabat yang sentiasa mendidik dan memberikan teguran sekiranya diri ini jatuh dibuai arus nafsu dan bermacam-macam lagi dugaan. Daripada kritikan membina dan lawak berlapis, mereka membimbing diri ini. Dan, diri ini berharap agar diri ini dapat mencetuskan suatu revolusi dan suatu reformasi diri, agar dapat diri ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kepada rakan-rakan (especially ikhwah KMB, classmates E07B muslimin, dan rakan-rakan):
Sama-sama kita bangun bersahur (banyak ter'miss')
Sama-sama kita berdiri teguh berqiamullail (ni pun banyak ter'miss')
Sama-sama kita menuntut ilmu,
Sama-sama kita berkongsi pengalaman,
Sama-sama kita membina peribadi,
Sama-sama kita berniaga di bazaar,
Sama-sama kita bergembira berbuka puasa,
Sama-sama kita bertarawih bersaf-saf,
Terima kasih diucapkan.


Ikhwah KMB - Sumber kekuatan perjuangan Ramadhan

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak).."
[An-Nisa', 4 : 71]

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh..."
[As-Saff, 61 : 4]


"Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.."
[Al-Maidah, 5 : 56]


Pengalaman mengharungi Ramadhan di KMB tidak mungkin akan dilupakan....

Bazaar KMB yang kecil je..orang pun dah tak ramai turun masa hari terakhir bazaar



Jamuan dinner Ramadhan terakhir di KMB - dah berbuka dekat bilik dah sebelum tu


Berjemaah di surau KMB - lambat sikit datang malam tu =P


Tazkirah oleh Mat Pear



Nak bergerak balik


Tiket keluar KMB

Saturday, September 20, 2008

Bazaar Bukit Changgang - Terakhir

Bismillahirrahmanirrahim....

Dengan rasa sayunya (takde aa sayu mana pun), diri ini mem'post'kan posting ini. Petang 19/9/2008, diri ini berjalan keluar dari KMB, dan keluar ke Labohan Dagang mengikut pintu belakang, dan bergerak keluar menjuju ke bazaar Bukit Changgang - buat kali terakhir.

Takde aa besar mana pun bazaar die, takde aa luas mana pun bazaar die, cume memanjang sahaja... Jalan pun penat. Tapi, tidak mengapa. Yang penting, diri ini dapat keluar dari kepompong KMB, dan merantau ke dunia luar - sambil memerhatikan pelbagai ragam manusia di bazaar itu, baik penjual mahupun pembeli.

Macam-macam aa juadah yang sedia ada dekat bazaar tu (macam bazaar lain takde juadah yang pelbagai plak...). Ada kuih-muih, lauk-pauk, nasi-nasi dan seumpamanya. Yang penting, semuanya halal... Sempat aa juga beli sedikit makanan dari bazaar pada hari itu~

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." [Al-Baqarah, 2 : 168]




Maka, dengan ini, diri ini menyatakan selamat tinggal kepada bazaar Labohan Dagang, selaku seorang pelajar KMB. Mungkin dapat lagi diri ini mengunjungi bazaar ini lagi, tatkala diri ini sudah lebih dewasa..!

Wednesday, September 17, 2008

Dulu, Kini dan Selamanya


Dari kiri: Danial (KMB), Afif (bakal pelajar University of Manchester), Din (INTEC), Fadhli (KMB), Kamal (KMB)

*Kesemua muka-muka dalam gambar di atas merupakan sahabat-sahabat semenjak sekolah rendah, SK Minden Height, P. Pinang.


Bismillahirrahmanirrahim....

"Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." [Al-Hujurat, 49 : 10]

15 September 2008, Isnin. Berkumpulnya sahabat-sahabat lama, semenjak sekolah rendah lagi, untuk 'majlis sending off' salah seorang daripada mereka ke United Kingdom. Member yang dimaksudkan itu adalah Afif.

Tribute kepada beliau, dan kepada rakan-rakanku, yang menjadi penghibur hati, pengubat lara dan duka, tempat bengkongsi kisah dan pengalaman, selama tempoh diri ini mengenali mereka - semenjak sekolah rendah. DULU, KINI dan SELAMANYA...begitulah persahabatan kami akan abadi.

Tahniah Afif, kini dirimu di hadapanku. Kalau dahulunya kita sama-sama menyangka bahawa akulah di hadapan, tatkala diri ini meninggalkanmu di Matrikulasi Penang, maka kini, engkau telah memintasku dengan pencapaian yang tidak diduga, melaksanakan suatu anjakan paradigma, dan "fly" dahulu, meninggalkan diri ini di Malaysia (buat sementara, Insya-Allah =P)...


Mengenai Afif, beliau telah berjaya dalam temuduga KPM (Kementerian Pelajaran Malaysia) tempoh hari, dan beliau telah mendapat tawaran ke University of Manchester, dengan dibiayai oleh KPM, dan meneruskan pengajian dalam bidang Matematik. Beliau akan belajar di sana selama 3 tahun kalau tidak silap. Namun, beliau menyatakan bahawa beliau ingin meneruskan pengajiannya hingga ke peringkat PhD - 6 tahun lamanya dari sekarang, barulah selesai.

Walau apa-apapun, semoga berjaya sahabatku. Dengan perginya dirimu ke UK, maka tinggallah diri ini, Din, dan Danial sahaja yang akan bersama-sama meronda Penang buat masa sekarang (Fadhli tinggal di KL). Sudah pasti tidak akan sama keluar berjalan-jalan tanpamu. Itu sudah pasti. Lawak-lawakmu akan dikenang.


Tentang diri ini, bagaimana pula? Ke mana pula akan diri ini meneruskan perjuangan, selepas tamatnya perjalanan di KMB Mei hadapan? Apakah diri ini akan sama-sama menyertai Afif dalam perantauannya ke Manchester? Atau ke tempat lain? Wallahualam.... Dan, pemergian Afif ke sana telah membuka dimensi baru dalam pemikiran diri ini - AKU MESTI BERSAMANYA!!! Ya, targetku kini adalah untuk juga ke Manchester, UK.


Terima kasih, Afif, kerana kejayaan dirimu menjadi pembakar semangat diriku untuk terus berusaha di KMB ini. Akan diri ini berjuang bermati-matian untuk ke sana. Ini janjiku...! Akan aku ubah diri ini, dan akan diri ini cetuskan suatu anjakan paradigma hingga ke puncak keupayaan...!

Tidak lupa juga, bukan semata-mata kerana keinginan ke sana yang akan mengubah diriku....
Tidak akan dilupakan matlamat hidup yang sebenar....
ALLAHU GHAYATUNA...dulu, kini, dan selamanya!!!

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" [Ar-Ra'd, 13 : 11]

*(Dalam gambar yang ketiga dan keempat dari atas, ada seorang lagi selain kami berlima - member baru, Naim namanya (member lama Afif)

Tuesday, September 16, 2008

Ramadhan...Separuh masa kedua...



Bismillahirrahmanirrahim....

Maaf lama tidak menulis dan mengupdatekan blog. Sibuk, malas, dan seumpamanya - itulah fenomena yang sedang melanda diriku ini.

Ingatkan nak menulis mengenai Hari Merdeka dan hari menyambut 1 Ramadhan, tetapi, disebabkan oleh andaian diri ini yang menjangkakan sudah ramai akan menulis mengenai perkara-perkara yang sama, maka, tidak relevanlah diri ini menulis tentang suatu perkara yang sudah giat dibicarakan umum.



"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas irang sebelum kamu agar kamu bertaqwa..." [Al-Baqarah, 2 : 183]

Kini, Ramadhan bagi diriku menjelma lagi. Dan, kini, sudah masuk separuh masa kedua dalam bulan rahmat ini - 15 hari terakhir. Apakah diri ini sudah berjaya mendidik diri sendiri dalam madrasah tarbiyyah Ramadhan kali ini?

Sesungguhnya, secara jujurnya, setiap kali tibanya Ramadhan, diri ini sudah pasti dengan girangnya menyambut ketibaan bulan rahmat dan barokah ini, dengan harapan bahawa diri ini dapat dididik menjadi seorang insan dan hamba Allah yang TERBAIK dari segala aspek. Namun, tidak dapat dinafikan, pada tahun-tahun lalu, diri ini sentiasa gagal untuk memenuhi tuntutan bulan rahmat ini. Aku lemah. Aku lalai. Aku leka. Dan, selepas tamatnya bulan Ramadhan pada tahun-tahun lalu, diri ini sentiasa berkata, "Ruginya Ramadhan kali ini...arghhh!!!"

Pada tahun ini, sekali lagi Ramadhan menjelma, dan sekali lagi harapan menjelma bagi diri ini. Dan, diri ini bertekad untuk tidak lagi merugikan Ramadhan..!

15 hari berlalu, dan, malangnya, diri ini merasakan bahawa masih banyak lagi yang boleh dipertingkatkan. Mengapakah diri ini tidak dapat bermula dengan sebaik-baiknya? TIDAKKKK!! Namun, masih lagi ada waktu. 15 hari lagi bagi diriku. Ya Allah, ubahkanlah diriku ini, menjadi lebih baik. Dan jayakanlah Ramadhan bagi diriku pada tahun ini. Amin...!