Perjalanan Ini

Perjalanan Ini

Koleksi

Thursday, August 19, 2010

Pelajaran Cinta

Bismillahirrahmanirrahim...dan Assalamualaikum.




(dipetik daripada Serial Cinta, karya Anis Matta)

*Anis Matta, atau biasa juga dipanggil Ustadz Anis Matta; beliau memegang posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) dalam Partai Keadilan Sejahtera.

Moral atau pengajaran:
Selepas akhirnya petikan.

______

Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta ini mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.
Sebabnya sederhana saja. Cinta itu banyak macamnya. Ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan sejak awal. Cinta ini lahir dari misi yang suci, didorong oleh emosi kebajikan dan didukung dengan kemampuan memberi. Misalnya cinta para nabi kepada umatnya, atau guru kepada muridnya, atau pemimpin kepada rakyatnya, atau ibu kepada anaknya. Jiwamu dan jiwa orang yang kamu cintai tidak mesti bersatu. Cinta ini sering tidak berbalas. Bahkan sering berkembang jadi permusuhan. Lihatlah nabi-nabi itu dimusuhi umatnya, atau para ibu ditelantarkan anak-anaknya di usia tua, atau pemimpin yang baik dibunuh rakyatnya, atau guru yang dilupakan murid-muridnya.
Inilah cinta yang paling luhur. Paling suci. Sebagian besar kebaikan yang kita saksikan dalam kehidupan kita, bahkan dalam sejarah umat manusia, sebenarnya merupakan buah dari cinta yang ini. Ambillah contoh: 1.3 milyar umat Islam saat ini adalah hasil perjuangan berdarah-darah sang nabi beserta sahabat-sahabatnya. Itu cinta misi.
Tapi ada jenis cinta yang lain. Cinta jiwa. Cinta ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. Jiwa yang sama atau berbeda tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai. Cinta ini yang lazim ada dalam hubungan persahabatan dan perkawinan atau keluarga. Cinta ini mengharuskan adanya respon yang sama: cinta tidak boleh bertepuk sebelah tangan di sini.
Inilah cinta yang paling rumit. Serumit kimia jiwa manusia. Suatu saat, misalnya Umar Bin Khattab hendak melamar Ummu Kultsum Binti Abu Bakar, adik Aisyah ra. Gadis itu sangat belia dan tumbuh diantara jiwa-jiwa lembut nan penyayang. Aisyah ra jadi gusar. Wataknya tidak bertemu dengan watak Umar. Tapi siapa berani menolak lamaran manusia paling sholeh dimuka bumi ketika itu? Namun dengan diplomasi yang sangat halus, melalui kepiawaian Amr Bin Ash, Aisyah ra menolak lamaran itu sembari menyarankan sang khalifah menikahi Ummu Kultsum Binti Ali Bin Abi Thalib, adik Hasan dan Husaen. Kali ini lamarannyaditerima: Ali dan Umar memiliki watak yang sama.”Tidak ada alasan menolak lamaran manusia terbaik dimuka bumi”, kata Ali ra.
Ada cinta ketiga. Cinta maslahat. Cinta ini dipertemukan oleh kesamaan kepentingan. Mereka bisa berbeda watak atau misi. Tapi kepentingan mereka sama maka mereka saling mencintai. Misalnya hubungan baik yang lazim berkembang di dunia bisnis. Suara ramah dari penjawab telepon, atau senyum manis seorang pramugari, atau layanan sempurna seorang resepsionis hotel: semua berkembang dari kepentingan tapi efektif menciptakan kenyamanan jiwa (comfortability). Anda adalah bagian dari pekerjaannya. Bukan jiwanya. Anda adalah kepentingannya. Bukan misinya.
______
Pengajaran:
1. Cinta Misi:
- Apakah kita pernah berjaya memberikan orientasi cinta misi ini kepada cinta menyebarkan risalah-Nya? Atau kita punya misi lain selain misi agung itu?
2. Cinta Jiwa:
- Tidak dinafikan penting. Kerana boleh menjadi satu punca kekuatan dan ledakan semangat. Tetapi adakah kita terlalu mengejar cinta jiwa ini? (Muhasabah lebih-lebih lagi kepada diri sendiri)
3. Cinta Maslahat:
- Boleh menjadi suatu kelebihan jika disalurkan ke jalan yang benar. Misalnya, harakah-harakah (gerakan-gerakan) Islam di seluruh dunia berganding bahu dalam usaha menegakkan semula syariat. Adakah kita pernah menyalurkan cinta ini demi kebaikan umat...atau kita pernah menyalurkannya ke arah yang memudaratkan umat?

Wallahualam.

0 comments: